Sunday, February 12, 2017

Tips Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner Sedari Dini

Baca Juga

Bukan rahasia lagi bahwa penyakit jantung koroner merupakan tema yang paling banyak dibicarakan dewasa ini. Dan tahukah Anda bahwa penyebab kematian nomor 1 di dunia yaitu penyakit jantung. WHO (World Health Organization) mengklaim bahwa sekitar 17 juta orang meninggal dunia diakibatkan oleh penyakit mematikan ini. 

Tips Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Jantung Koroner

Hampir setengahnya, yaitu 8 juta orang meninggal karena penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner atau coronary heart disease merupakan salah satu jenis penyakit jantung yang paling banyak mengakibatkan kematian diseluruh dunia. Banyak orang sangat takut terhadap penyakit ganas ini, dan ingin mencari tahu cara pendeteksian dini dan cara pengobatannya. Berikut ini Anda dapat menemukan informasi menarik dan tips mendeteksi penyakit jantung koroner sedari dini.

Tentang Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung memiliki beberapa jenis, salah satunya yaitu penyakit jantung koroner. Dibandingkan dengan jenis penyakit jantung lainnya, penyakit jantung koroner merupakan yang paling banyak dialami dan mengakibatkan lebih banyak kematian diseluruh dunia. Apa yang membedakan penyakit jantung koroner dengan penyakit jantung lainnya? Untuk menjawabnya, mari kita lihat sekilas ulasan mengenai beberapa jenis penyakit jantung yang dikenal di dunia medis.

  • Penyakit Jantung Koroner
Penyakit jantung koroner merupakan masalah kesehatan yang terjadi karena adanya penyumbatan di bagian pembuluh darah koroner. Hal tersebut mengakibatkan adanya gangguan aliran oksigen menuju jantung. Pada kebanyakan kasus, penderita tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit jantung koroner ini sehingga mengalami kematian mendadak.

  • Cerebrovascular
Cerebrovascular merupakan jenis penyakit jantung yang terjadi karena adanya penyumbatan darah yang mengarah pada bagian otak.

  • Peripheral Arterial
Peripheral Arterial merupakan jenis penyakit jantung yang terjadi karena adanya penyumbatan darah yang mengarah pada bagian tangan dan kaki.

  • Demam Reumatik
Demam reumatik terjadi karena adanya masalah peradangan reumatik sehingga mengakibatkan gangguan yang sangat fatal pada fungsi jantung.

  • Congenital
Congenital merupakan gejala penyakit jantung yang terjadi sejak dalam masa kandungan.

  • Deep Vein Thrombosis
Gumpalan darah yang terjadi pada pembuluh darah bagian lengan sehingga mengakibatkan gagal jantung.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, penyakit jantung koroner terjadi tepat pada bagian arteri organ jantung, sehinggga potensi kematian pun semakin besar dibandingkan yang lainnya.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Pada dasarnya semua jenis penyakit jantung disebabkan karena adanya timbunan plak dalam pembuluh darah. Begitu pula dengan penyakit jantung koroner yang memang disebabkan karena adanya penumpukan plak pada arteri jantung atau dikenal juga dengan istilah aterosklerosis. Jika hal ini terjadi, maka seseorang bisa meninggal mendadak atau disebut juga dengan gagal jantung. Pada dasarnya, terdapat serangan pada sisi luar arteri koroner, hingga mengganggu jalannya proses pemberian oksigen pada jantung. Berikut ini adalah beberapa stimulan atau penyebab munculnya penyakit jantung koroner:
  • Tekanan darah tinggi.
  • Merokok.
  • Tingginya kandungan lemak dan kolesterol dalam  darah.
  • Tingginya kandungan gula dalam darah yang disebabkan karena kekurangan insulin atau diabetes.
  • Pendarahan pada pembuluh darah.
  • Kurang olahraga.
  • Stres tingkat tinggi.

Seperti yang bisa Anda lihat diatas, penyakit jantung koroner tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan ada stimulan dari luar. Banyak penderita penyakit jantung koroner tidak mampu mendeteksi gejalanya dari awal karena diawali dengan masalah-masalah kesehatan lainnya seperti hipertensi dan diabetes.

Cara Mendeteksi Penyakit Jantung Koroner

Seorang pengidap penyakit jantung koroner kemungkinan besar mengalami gagal jantung karena tidak mampu mendeteksinya dari awal. Terkadang, seseorang yang memiliki riwayat kesehatan biasa-biasa saja bisa terserang penyakit jantung koroner ini. Hal ini tentunya menjadi dilema, apakah seseorang yang sehat secara fisik, perlu melakukan deteksi penyakit jantung koroner sedari dini atau tidak. Secara medis, jika Anda mengalami stimulan-stimulan yang telah dijelaskan sebelumnya, maka Anda wajib melakukan diagnosa. Nah tips mendeteksi penyakit jantung koroner yang kami rekomendasikan yaitu dengan menemui dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Dokter akan memberikan beberapa metode deteksi yang akan dijelaskan dibawah ini:

1. EKG (Electrocardiogram)

Tes pertama dan paling simple dalam mendeteksi penyakit jantung koroner yaitu EKG (Electrocardiogram). Tes ini tidak menimbulkan rasa sakit, karena hanya mendeteksi aktivitas listrik otot jantung. Tes EKG ini menggunakan alat yang disebut dengan EKG Leads yang ditempelkan pada bagian dada. Tes EKG dilakukan untuk mengetahui ritme detak jantung seseorang, apakah stabil atau tidak. Anda pasti bertanya, sejauh mana efektivitas dari tes EKG ini? Tes EKG ini pada dasarnya hanya menentukan stabilitas dari detak jantung, jadi agar pendeteksian penyakit jantung koroner berjalan dengan sukses, sebaiknya lakukan tes EKG secara berkala dibarengi dengan lifestyle dan pola makan yang benar.

Prosedur penerapan EKG ini cukup mudah. Pertama, Anda melakukan wawancara singkat dengan dokter spesialis mengenai riwayat kesehatan Anda. Setelah proses wawancara selesai, maka langkah selanjutnya yaitu tes diagnosa aktivitas listrik otot jantung dengan menggunakan EKG Leads. Dokter akan menginstrusikan agar Anda berbaring dalam keadaan terlentang. Setelah itu, dokter akan mengoleskan gel khusus agar pendeteksian semakin tepat dan cepat. Setelah itu 4-8 kabel dengan ujungnya ditempelkan pada area dada, tepat pada bagian jantung. Sistem komputerisasi akan mendeteksi aktivitas listrik otot jantung sehingga dokter bisa memberikan analisa lanjutan, apakah seseorang mengalami penyakit jantung koroner atau tidak.

2.    Stress Testing

Tips mendeteksi penyakit jantung koroner selanjutnya yaitu dengan menggunakan Stress Testing. Tes ini mengharuskan klien untuk melakukan aktivitas fisik agar detak jantung meningkat dengan cepat. Tes ini juga sering disebut juga dengan Treamill Testing karena menggunakan alat treadmill. Atau dikenal juga dengan sebutan Exercise Testing karena seseorang harus berolahraga terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi kesehatan jantungnya. Tes ini membantu dokter spesialis untuk menganalisa kesehatan jantung seseorang. Efektivitas dari Stress Testing ini bisa sangat bervariasi, tergantung dari umur, gender, dan riwayat kesehatan seseorang. Sama seperti EKG, Anda harus melakukan Stress Testing ini secara berkala dan kelanjutan agar Anda dapat mendeteksi apakah ada tidaknya potensi penyakit jantung koroner.

Prosedur tes dilakukan dengan menggunakan treadmill dan alat ukur untuk menganalisa kondisi jantung. Pertama, alat pendeteksian jantung ditempelkan pada area dada. Lalu seseorang berjalan pelan-pelan diatas treadmill, untuk kemudian kecepatannya dinaikan secara perlahan-lahan. Untuk beberapa kasus, dokter meminta pasien untuk bernafas dengan menggunakan tabung dalam beberapa menit. Pasien bisa menghentikan berlari kapanpun ia mau. Setelah itu, pasien akan diminta untuk duduk, lalu dokter akan menganalisa kondisi kesehatan jantung dari pasien tersebut. Tes ini sering dikombinasikan dengan EKG Leads untuk mengetahui stabilitas detak jantung pasien. Bagi Anda yang ingin mendeteksi penyakit jantung koroner sedari dini, maka Stress Testing ini bisa menjadi alternatif terbaik.

3.    Echocardiography

Tes mendeteksi penyakit jantung koroner lainnya yaitu Echocardiography. Tes ini menggunakan echo atau suara dalam mendeteksi kesehatan jantung seseorang. Berbeda dengan EKG dan Stress Testing, seorang sonographer menggunakan ultrasound untuk memetakan atau membuat gambaran mengenai jantung manusia. Tes Echocardiography ini sering digunakan oleh dokter spesialis jantung untuk mengetahui ada tidaknya penyakit jantung koroner. Tes ini dapat memberikan banyak sekali informasi seperti ukuran dan bentuk jantung, kapasitas pompa jantung, lokasi tertentu adanya masalah pada organ jantung dan lain-lain.

Echocardiography ini tidak hanya dapat memberikan gambar atau ilustrasi mengenai jantung seseorang namun juga dapat mendeteksi aliran darah pada organ jantung. Hal ini tentunya semakin memudahkan dokter untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit jantung koroner. Jika dokter menemukan adanya gangguan alirah darah pada arteri koroner, maka seseorang sangat berpotensi mengalami gagal jantung. Tes ini juga bisa dikombinasikan dengan Stress Testing, jadi pasien akan diminta untuk lari diatas treadmill untuk kemudian dokter menganalisa dengan menggunakan ultrasound. Perlu pembaca ketahui, semakin berkembangnya teknologi di bidang kesehatan, muncul teknologi 3D dalam tes Echocardiography ini. Dengan teknologi 3D, dokter dapat lebih mudah mendeteksi ada tidaknya penyakit jantung koroner.


4.    Chest X Ray

Hampir sama seperti Echocardiography, tes Chest X Ray ini memanfaatkan gambar atau ilustrasi untuk mendeteksi kondisi kesehatan jantung seseorang. Namun dalam tes Chest X Ray, aliran radiasi dari sinar X digunakan untuk memetakan kesehatan jantung seseorang. Tes Chest X Ray ini bisa mengetahui ada tidaknya penyumbatan darah pada pembuluh darah jantung. Selain itu, tes Chest X Ray juga dapat memberikan data mengenai ukuran, bentuk dan rata-rata detak jantung seseorang. Dunia medis mengakui keamanan dari tes Chest X Ray ini, namun bagi ibu hamil, tes Chest X Ray ini tidak diperbolehkan. Hal tersebut karena radiasi sinar X dapat membahayakan bayi yang ada dalam kandungan.

5.    Tes Darah

Tips mendeteksi penyakit jantung koroner lainnya yaitu dengan menggunakan tes darah. Tes darah ini dapat memberikan tanda-tanda mengenai adanya masalah pada jantung manusia. Jika ditemukan adanya plak dalam darah seseorang, maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami penyakit jantung koroner. Selain itu tes darah juga dapat mendeteksi kolesterol, protein dan substansi-substansi lain yang berhubungan dengan jantung. Tes Lipoprotein merupakan salah satu tes darah yang lebih spesifik dalam mendiagnosa adanya masalah pada jantung. Tes ini lebih intensif dalam mendeteksi adanya protein yang dibawa oleh plak dalam darah. Dunia medis mengakui keefektifan dari tes Lipoprotein ini dalam mendeteksi adanya penyakit jantung koroner. Potensi keberhasilan dalam mendeteksi penyakit jantung koroner mencapai 98%.

6.    Coronary Angiography

Jika semua tes diatas menunjukan adanya potensi mengidap penyakit jantung koroner, maka untuk lebih memastikannya, Anda memerlukan tes terakhir yaitu Coronary Angiography. Dalam tes ini digunakan cairan yang diinjeksikan kedalam darah atau disebut juga dengan chateter. Dokter menggunakan cara khusus agar cairan tersebut dapat masuk kedalam arteri koroner. Setelah itu dokter akan menggunakan sinar X khusus untuk memberikan gambaran mengenai pembuluh darah koroner. Tes ini dapat memberikan data yang lebih valid mengenai ada tidaknya penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Tes ini biasanya dilakukan di rumah sakit atau laboratorium tertentu, dan hasilnya lebih maksimal dibandingkan dengan tes-tes lainnya. Namun sayangnya, efektivitas dari tes ini berbanding lurus dengan resiko yang mungkin diterima pasien. Beberapa kasus memperlihatkan adanya pendarahan hebat setelah melakukan tes ini. Atau juga adanya reaksi alergi yang membuat penderita mengalami komplikasi hebat. Dokter akan melakukan wawancara mendalam sebelum melakukan tes Coronary Angiography ini.

Bukan rahasia lagi, penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Namun sayangnya, hampir semua penderita penyakit ini tidak sadar bahwa dirinya mengidap penyakit mematikan ini. Penyakit ini juga terkenal dengan sebutan silent killer karena seseorang yang mengidap penyakit jantung koroner bisa meninggal setiap saat tanpa gejala apapun sebelumnya. Jika sebelumnya Anda menemukan beberapa cara mendeteksi penyakit jantung koroner berdasarkan kemampuan medis yang kompeten, kali ini Anda dapat menemukan beberapa tips mencegah penyakit jantung koroner.
  • Mengkonsumsi Lemak Jenuh
Salah satu cara mencegah munculnya penyakit jangtung koroner yaitu dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh. Beberapa makanan seperti mentega, kelapa, dan kacang-kacangan sangat baik untuk kesehatan jantung. Makanan yang mengandung lemak jenuh mampu memproteksi organ jantung dari kerusakan oksidatif, termasuk salah satunya penyumbatan pembuluh darah. Namun seperti rumus apapun, jangan terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, dan selalu penuhi pikiran dengan informasi yang bermanfaat.

  • Kurangi Mengkonsumsi Gula
Diabetes merupakan salah satu stimulan utama penyebab penyakit jantung koroner. Sebagai pencegahan, sebaiknya kurangi asupan makanan-makanan yang mengandung banyak gula atau glukosa.

  • Asam Lemak Omega-3
Cara lainnya agar Anda bisa terbebas dari penyakit jantung koroner yaitu dengan memperbanyak mengkonsumsi asam lemak omega-3. Banyak sekali penelitian yang menunjukan bahwa resiko mengidap penyakit jantung koroner akan semakin meningkat saat seseorang mengurangi asupan asam lemak omega-3. Beberapa makanan yang mengandung banyak asam lemak omega-3 yaitu minyak hati ikan kod, telur bebek, ikan tuna, susu kambing, ikan salmon, kacang-kacangan, belut, brokoli dan lain-lain.

  • Makanan Fermentasi
Pernahkah Anda bertanya, mengapa kebanyakan makanan tradisional sering menggunakan cara fermentasi? Jawabannya tidak hanya mengenai formula rasa, namun juga dari segi kesehatan. Ilmu pengetahuan modern memperlihatkan adanya manfaat dari makanan-makanan fermentasi dari sisi kesehatan. Makanan-makanan yang difermentasikan seperti yoghurt, kim chi, miso, acar, atau peuyeum memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik bagi kesehatan jantung yaitu vitamin K2.

  • Olahraga
Salah satu faktor terbesar terjadinya penyakit jantung koroner yaitu kurangnya aktivitas fisik. Penyakit jantung koroner semakin meningkat di era modern, karena hampir semua orang yang sangat jarang berolahraga. Olahraga merupakan salah satu cara paling mudah dan murah agar Anda terbebas dari penyakit jantung koroner. Jika Anda kesulitan membagi waktu, Anda bisa menyempatkan olahraga kecil-kecilan seperti push-up atau lari ditempat. Sebaiknya juga isi hari libur di hari minggu untuk berolahraga pada pagi hari.

  • Berat Badan Proporsional
Kegemukan atau obesitas merupakan salah satu faktor munculnya plak atau lemak pada pembuluh darah koroner. Oleh karena itu sebaiknya Anda selalu menjaga pola makan dan selalu menerapkan lifestyle yang sehat. Usahakan berat badan Anda proporsional, tidak gendut dan tidak kurus.

  • Hindari Stres dan Nikmati Hidup
Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, sebaiknya Anda selalu menghindari stres dan hiduplah sebaik mungkin. Stres dapat mengganggu fungsi hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis pada tubuh sehingga kesehatan jantungpun menjadi terganggu.

Nah itulah beberapa informasi menarik dan tips mendeteksi penyakit jantung koroner sedari dini. Jangan pernah kompromi dengan penyakit mematikan ini, selalu konsumsi makanan-makanan sehat dan terapkan lifestyle yang sehat pula!

Ini adalah Post Terbaru